Review Film Little Thing Called Love

Thailand menyajikan banyak genre film yang berbeda dan kocak. Salah satunya adalah film remaja Little Thing Called Love. Film ini menceritakan sosok Nam yang merupakan anak baru di sebuah sekolah dengan tampilan yang tidak terlalu cantik. Dia berambut pendek, dan tidak terlalu populer. Malah, dialah si itik buruk rupa yang memiliki teman yang setia. Kekagumannya terhadap Shone tidak bisa disembunyikan sehingga banyak hal dilakukan sebagai seorang remaja untuk mendapatkan sang pujaan hari.

Proses Berubah Nam Menginspirasi

Semua karena cinta. Nam yang baru masuk di sebuah sekolah terpesona dengan kakak kelas bernama Shone. Dia adalah laki laki populer di sekolah dan senang fotografi. Dia juga adalah pemain sepak bola. Bersama dengan ketiga sahabatnya, Cher, Gie, dan Nim, Nam berusaha mengubah penampilan termasuk belajar lebih keras supaya bisa bertemu dengan ayahnya yang bekerja di Amerika sebagai koki. Dua motivasi ini yang membuat Nam terus berusaha dan tak menyerah sama sekali dengan keadaan.

Film tentang percintaan remaja ini tak luput dari banyaknya konflik. Suatu hari, Top sahabat Shone sejak kecil kembali ke sekolah dan menyukai Nam yang sudah cantik. Nam sekarang sangat berubah dan menjadi sosok yang sangat disukai semua orang. Top menyatakan cintanya kepada Nam, dan Nam pun terpaksa untuk menerimanya meskipun sebenarnya Nam masih menyukai Shone. Cinta segitiga yang dirasakan oleh Nam inipun menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Nam terjebak diantara persahabatan keduanya.

Sebenarnya, Nam dan Shone sudah saling jatuh cinta sejak awal namun banyak keadaan yang membuat mereka tidak bisa bersatu. Bahkan sampai akhir film Little thing called love sepertinya film ini tidak menyatukan keduanya. Banyak humor receh slot via pulsa tanpa potongan yang bisa dinikmati, juga beberapa adegan percintaan remaja yang bisa membuat gemas sekaligus greget melihatnya. Kisah persahabatanpun pasti akan menjadi kisah yang menginspirasi untuk setiap orang yang menonton film ini. Sangat apik dan menyenangkan.

Mengapa Harus Nonton Little Thing Called Love?

Film ini menyajikan sesuatu yang berbeda, yaitu perjuangan seorang gadis yang ingin disukai oleh orang yang disukainya. Beragam rintangan dihadapi dan banyak kesalahan fahaman terjadi. Dengan konflik yang cukup pelik film Little Thing called Love membawa penonton untuk bisa menangis, greget, tertawa bahkan terpingkal pingkal. Banyak hal kocak di dalam film teen dan itu semua sangat berkesan bagi pentonon. Hiburan yang memberikan banyak insight baru untuk seluruh usia. Sangat cocok untuk remaja yang ingin tampil dewasa.

Judul asli film ini adalah sing lek lek tee reak w arak. Dibintangi oleh Pimchanok Leuwisetpaiboon sebagai Nam, dan Mario Maurer sebagai Shone. Selain itu ada Tangi Namonto sebagai Teacher Pon, Yanika Thongprayoon sebagai Faye, Acharanat Ariyaritwikol sebagai Top, Peerawat Herabat sebagai Phol, dan lain sebagainya. Puttipong Pormsaka adalah sutradara dan Coraluk Klasukon sebagai penulis bersama dengan sang sutradara yang juga menjadi penulis.

Penampilan Nam dan Shone memberikan kesan baik untuk perkembangan karakter remaja dan bagaimana mereka memperjuangkan cinta mereka hingga bertahun tahun. Mereka memiliki banyak hal untuk dilakukan, mimpi, keinginan, harapan orangtua, persahabatan dan banyak hal lain. kisah ini akan menginspirasi banyak orang dan mengingatkan orang dewasa pada masa remaja yang penuh dengan kisah. Saksikan film little thing called love untuk menemukan lebih banyak kisah percintaan anak muda yang menggetarkan juga mengharukan.