Covid-19 dan Kondisi DKI Jakarta Saat Ini

Menurut pihak Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ibukota negara kembali mendapatkan kasus harian paparan virus Corona. Itu menunjukkan angka 3476 per hari. Dengan angka ini, artinya DKI menjadi penyumbang terbesar di Indonesia mengenai kasus harian virus tersebut.

Sebelumnya, catatan paparan harian di sana menunjukkan sebanyak 2959 orang yang dinyatakan positif. Sang Gubernur sebenarnya sudah memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar sejak dua pekan lalu.

Kebijakan pembatasan www.engineeringpathway.com tersebut dibuat tentu karena fakta peningkatan paparan harian yang terjadi di sana. Ini amat mengkhawatirkan dan membuat semua pihak cemas.

Menurut sang Gubernur, kebijakan tadi juga dibuat sebagai salah satu wujud kepatuhan terhadap Pemerintah Pusat. Aturan tersebut berisi tentang himbauan untuk melakukan PPKM atau Pembatasan Kegiatan Masyarakat di seluruh pulau Jawa dan Bali.

1. Kesiapan Rumah Sakit di DKI Jakarta Seputar Covid-19

Kabar baiknya, pihak rumah sakit masih bisa menjadi fasilitas yang diandalkan untuk mengatasi peningkatan kasus tersebut. Contohnya, hampir lebih dari 101 rumah sakit rujikan di sana masih memiliki slot ICU dan tempat tidur isolasi.

Berdasarkan laporan, ketersediaan tersebut mencapai 14 persen dari seluruh jumlah pasien yang masuk. Sedangkan untuk ruang ICU, ini masih ada sekitar 15 persen dari semua yang tersedia (sekitar 995 buah).

Pemerintah Pusat tentu tidak diam dan terus berusaha memberikan fasilitas tambahan. Mereka bahkan telah menghubungi dua hotel besar di ibu kota untuk melakjukan kolaborasi. Tujuannya adalah untuk menambah jumlah kamar pasien dan dapat digunakan secara gratis.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan beberapa lokasi sebagai tempat memberlakukan isolasi mandiri bagi mereka yang terpapar.

2. PSBB di DKI Jakarta

Menanggapi keputusan pemerintah yang sudah memberlakukan PPKM se pulau Jawa dan Bali sejak 11 hingga 25 Desember lalu, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI semakin fokus dan melakukan pengetatan aturan PSBB.

Menurutnya, dia sendiri amat setuju atau mendukung keputusan yang dibuat oleh pemerintah terkait meningkatkan disiplin seputar aktifitas sosial, terutama untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi.

Dia menghimbau seluruh pihak untuk bisa bekerja sama dalam usaha tersebut dan bisa melakukannya secara simetris. Anies merasa khawatir dengan situasi di Jakarta, yang ternyata tidak mengalami penurunan kasus harian Covid-19.

3. Gubernur Siap Bekerja Sama

PSBB tentu saja menimbulkan beberapa efek kepada kehidupan di masyarakat. Ini termasuk pembatasan kegiatan di kantor, meliburkan sekolah, menutup tempat rekreasi atau wisata, pembatasan layanan tatap muka, dan lain sebagainya.

Pemberlakuan pengetatan tersebut memiliki pengecualian di beberapa sektor. Ini termasuk pangan, kesehatan, energi, logistik, keuangan, dan industri strategis yang beroperasi di DKI Jakarta.

Klink dan rumah sakit termasuk sektor kesehatan yang mendapatkan pengecualian tersebut. Sedangkan sektor industri mencakup produksi disinfektan, sabun, dan sejenisnya.

Anies Baswedan menambahkan bahwa beberapa organisasi juga masih bisa beroperasi seperti biasa. Ini termasuk LSM, pengelola zakat, dan lain-lain. Meskipun mendapat pengecualian, mereka semua masih tetap harus mengikuti prosedur sesuai yang dihimbau pemerintah. Ini termasuk menyediakan fasilitas cuci tangan dan penggunaan masker.

4. Upaya Pemerintah DKI

Guna menanggulangi masalah-masalah yang akan timbul akibat pemberlakuan pengetatan PSBB di ibukota, sang gubernur dan Pemprov beserta jajaran BUMD telah menyediakan fasilitas khusus. Ini termasuk fasilitas 105 pasar yang bisa digunakan untuk bertransaksi dan memenuhi kebutuhan rumah masing-masing. Covid-19 memang telah berdampak besar di seluruh lapisan masyarakat. Kabar baiknya, pemerintah selalu gerak cepat untuk mencari jalan tengah guna menanggulangi masalah yang akan timbul.