Oxfam Menjadi Bulan-Bulanan Karena Skandal Seks dan Sewa Pelacur di Haiti

Pemimpin-pemimpin lembaga bantuan Internasional Oxfam bekerja sangat keras untuk memulihkan reputasi organisasi mereka apalagi setelah terungkapnya skandal seks yang mana melibatkan sejumlah pekerja seks yang ternyata disewa staf-staf mereka selama krisis Haiti pada tahun 2010.

Mereka pasalnya ingin bertemu dengan pejabat-pejabat Inggris untuk membahas urusan bantuan pembangunan internasional nanti karena kesepatakan amal yang mana berkaitan dengan dampak dari kesalahan seksual oleh pekerja bantuannya.

Oxfam Membantah

Menteri Pembangunan Internasional Inggris yakni Penny Mordaunt memanggil pimpinan-pimpinan untuk ‘mendengar lebih banyak lagi dari Oxfam’ soal tuduhan tersebut dan bahwa cara Oxfam menangani skandal itu bakal menentukan apakah mereka semua bakal tetap menerima atau malahan kehilangan dana bantuan pemerintah.

Oxfam sendiri menolak tudingan bahwa mereka menutup-nutupi tuduhan itu. sejauh ini, investigasi internal dari Oxfam menyebabkan 4 orang dipecat dan 3 orang yang lainnya mengundurkan diri termasuk juga Direktur Oxfam untuk Haiti. Oxfam pun telah mengumumkan langkah-langkahnya yang baru yang mana berkaitan dengan penanganan dan pencegahan kasus-kasus pelecehan seksual.

Oxfam situs poker terpercaya sendiri malahan menjadi bual-bualan kritik mengani cara mereka menangani tuduhan perilaku tidak senonoh oleh stafnya yang ada di Haiti, ketika mereka berkeja menyalurkan bantuan kemanusiaan menyusul adanya gempa besar yang meluluh lantahkan negara tersebut pada tahun 2010. Menteri Pembangunan Internasional, Penny Mordaunt, menyatakan bahwa Oxfam sudah gagal dalam “kepemimpinan moral” atas “skandal” itu.

Mourdant juga mengatakan bahwa Oxfam melakukan “hal-hal yang benar-benar sangat salah” dengan tak melaporkan rincian tuduhan itu dan bahwa organisasi “tak memiliki kepemimpinan moral untuk melakukan hal yang benar,” tak bisa menjadi mitra pemerintah Inggris. Ia juga mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan apakah Oxfam pantas untuk secara terus menerus menerima dana dari pemerintah. Tahun yang lalu pemerintah Inggris menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Oxfam yang jumlahnya sebesar £32 juta yang jika dirupiahkan lebih dari Rp. 550 milyar.

Apa Yang Terjadi? Dan Kapan?

Perilaku yang tidak patut yang dilakukan oleh staf Oxfam dituduhkan terjadi di Haiti pada tahun 2011. Akan tetapi baru terungkap dalam sebuah laporan yang ada di Times pada hari Jumat (9/2) pekan lalu yang mana menyebutkan Direktur dari Oxfam Haiti, Roland van Hauwermeiren diduga menggunakan jasa pelacur yang ada di sebuah villa yang disewanya untuknya dan villa itu disewa oleh Oxfam pasca gempa tahun 2010.

Dan dilaporkan juga bahwasanya Oxfam tahu soal tuduhan itu pada saat itu dan mereka membuat penyelidikan internal yang mana berakibat pada 4 anggota staf akhirnya dipecat. Tiga staf yang lainnya termasuk juga van Hauwermeiren diizinkan untuk mengundurkan diri sebelum akhir penyelidikan. Hauwermeiren lalu bekerja di lembaga kemanusiaan yang lainnya akan tetapi Oxfam mengatakan bahwasanya mereka tak memberikan surat refernsi yang positif.

Oxfam juga mengatakan bahwa mereka membuat sebuah laporan public ketika itu yang menyebutkan telah terjadi sebuah “perilaku tidak patut yang serius” di Haiti dan juga mengelurkan siaran pers soal itu, namun tak memberikan rincian-rinciannya.

Mereka menceritakan pada Komisi Bantuan bahwa mereka pasalnya melakukan penyelidikan pada perilaku seksual yang tak patu, perisakan, intimidasi staf, dan pelecehan, akan tetapi tetap saja tak mengungkapkan rincian dari peristiwanya. Komisi Bantuan tak mengambil tindakan lebih lanjut juga ketika itu, akan tetapi kemudian menyatakan bahwa mereka bakal mengambil langkah yang lainnya apabila mengetahui semua kejadian dan faktanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *